Tekno

Ahli Sebut Varian Omicron Virus Paling Bermutasi yang Pernah Ada

Ada banyak hal yang belum diketahui tentang Covid-19 varian Omicron, yang mulai menyebar ke seluruh dunia, termasuk telah terdeteksi di beberapa wilayah Amerika Serikat. Ada tanda-tanda dari Afrika Selatan—di mana varian itu pertama kali teridentifikasi—bahwa penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang berbeda, tapi masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang luas.

Selain itu juga belum jelas apakah virus itu lebih baik dalam menghindari perlindungan vaksin daripada varian sebelumnya atau seperti apa. Namun, informasi yang terdengar dari para ilmuwan adalah virus itu benar-benar bermutasi.

“Ini mungkin virus paling bermutasi yang pernah kami lihat,” ujar Alex Sigal, pemimpin tim peneliti yang bekerja untuk mempelajari lebih lanjut tentang Omicron, pada Minggu, 5 Desember 2021.

Terpisah, hal senada juga disampaikan oleh ahli virologi di University of Warwick, Inggris, Lawrence Young, yang menggambarkan Omicron sebagai variani virus yang paling banyak bermutasi yang pernah dilihat. “Termasuk perubahan yang berpotensi mengkhawatirkan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada virus yang sama,” kata Young.

Namun, ahli biologi evolusi di Seattle, Amerika, Jesse Bloom, lebih banyak mutasi tidak serta merta membuat virus lebih berbahaya. “Pada prinsipnya, mutasi juga dapat bekerja melawan satu sama lain,” tutur Bloom kepada New York Times.

Virus, seperti organisme lain, berevolusi dari waktu ke waktu untuk meningkatkan peluang mereka bertahan hidup. Virus yang lebih kuat, tentu saja, umumnya merupakan berita buruk bagi semua orang. Itulah mengapa para ilmuwan awalnya khawatir ketika mereka melihat virus yang sangat bermutasi.

Dari sekian banyak mutasi Omicron, sekitar 30, yang di antaranya berada pada bagian virus yang disebut protein spike. Itu menjadi perhatian para ilmuwan karena dapat mempengaruhi seberapa menular varian tersebut.

Menurut Sharon Peacock, yang telah memimpin genome sequencing Covid-19 di Inggris di University of Cambridge, data yang ada sejauh ini menunjukkan varian baru memiliki mutasi konsisten dengan peningkatan transmisibilitas. “Tapi signifikansi dari banyak mutasi masih belum diketahui.”

Para ilmuwan yang telah melihat dari dekat juga mencatat bahwa varian yang sudah digolongkan ke dalam varian of concernc (VOC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO itu tidak memiliki beberapa mutasi yang dimiliki Delta yang membuatnya sangat menular. Ada kemungkinan varian Delta, strain dominan di Amerika saat ini, masih lebih menular daripada Omicron.

“Itu benar-benar pertanyaan besar. Anda tahu, ketika masuk ke populasi yang memiliki Delta, apakah akan kalah bersaing atau tidak,” tutur Robert Garry, seorang ahli virus di Tulane University, Amerika.

Selain mutasi yang membuat Omicron lebih menular, para ilmuwan juga melihat mutasi yang mungkin menyebabkan penyakit yang lebih parah atau lebih mudah menghindari vaksin. “Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lain,” kata WHO.

Dikatakannya juga belum ada bukti bahwa vaksin, tes, dan perawatan Covid-19 kurang efektif melawan omicron. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa semua mutasi Omicron dapat berarti bahwa pembuat vaksin mungkin harus mengadaptasi produk mereka di beberapa titik, dan itu juga masih harus dilihat.

CBS NEWS | KTLA | NEW YORK TIMES | CNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.